RacingIndonesia com- 11 Oktober 2026. Kemunculan Kawasaki H2 bernama Smash menjadi salah satu daya tarik dalam Event Setting Drag Terbuka yang berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Kenjeran Park, Surabaya. Motor garapan Speed Lab Racing tersebut hadir bukan sekadar untuk meramaikan lintasan, melainkan menjalani serangkaian uji coba dan penyempurnaan setting sebagai persiapan menghadapi persaingan di kelas Drag Bike Superbike.
Kehadiran motor berperforma tinggi ini sekaligus memperlihatkan keseriusan Speed Lab Racing dalam mengembangkan potensi Kawasaki H2 untuk kebutuhan balap lurus. Di balik pengujiannya, terdapat misi besar yang ingin diwujudkan, yakni membangun motor kompetitif yang mampu berbicara banyak di level nasional hingga internasional.
“Kehadiran di event kali ini kita hanya mau coba test dan setting untuk mendapatkan data kita ke depannya, Mas. Harapannya tentu kelas Superbike kembali dibuka di event Drag Bike nasional,” ungkap Sofyan Muhammad, kepala mekanik sekaligus owner Speed Lab Racing.
Salah satu hal yang menarik perhatian dari pengujian Kawasaki H2 Smash adalah potensi catatan waktunya. Berdasarkan data Racebox yang disampaikan Sofyan, motor ini diperkirakan mampu mencatatkan waktu di kisaran 6,2–6,3 detik untuk jarak 201 meter.
Meski catatan waktu yang terlihat di event berada di angka 7,0 detik, Sofyan menjelaskan bahwa jarak tempuh saat pengujian ternyata mencapai sekitar 231 meter, atau lebih panjang 30 meter dari jarak 201 meter yang menjadi acuan.
“Untuk hasil setting di event, catatan waktunya 7,0 detik, Mas. Namun, jarak yang ditempuh lebih dari 201 meter, yaitu 231 meter. Artinya, berdasarkan data Racebox, estimasi catatan waktu untuk jarak 201 meter berada di kisaran 6,2–6,3 detik,” jelasnya.
Data tersebut menjadi gambaran awal mengenai potensi performa Kawasaki H2 Smash. Meski demikian, angka tersebut masih berupa estimasi berdasarkan data pengujian, bukan catatan waktu resmi yang diperoleh melalui pengukuran terpisah pada jarak tepat 201 meter.
Menariknya, potensi performa tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan maksimal Kawasaki H2 Smash. Sofyan mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah part spesial yang belum terpasang dan beberapa aspek teknis yang belum dimaksimalkan.
Artinya, proses pengembangan motor ini masih terus berjalan. Pengujian di Kenjeran Park menjadi bagian penting untuk mengumpulkan data, mengevaluasi performa, serta menentukan langkah penyempurnaan berikutnya agar motor dapat tampil lebih kompetitif.
Bagi Speed Lab Racing, Kawasaki H2 Smash bukan sekadar proyek motor balap dengan spesifikasi istimewa. Ada ambisi besar yang menjadi landasan pembangunannya, yakni mengejar rekor nasional di kelas Superbike sekaligus membuka peluang untuk berkompetisi di ajang Drag Bike internasional.
Thailand menjadi salah satu destinasi yang masuk dalam bidikan mereka, mengingat persaingan dan perkembangan dunia drag bike di tingkat internasional menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang ingin menguji kemampuan racikannya.
Dengan bekal hasil pengujian awal yang menjanjikan, Kawasaki H2 Smash kini menjadi proyek menarik untuk terus dipantau. Tahap demi tahap pengembangan akan menjadi penentu sejauh mana potensi motor garapan Speed Lab Racing ini dapat diwujudkan.
Jika seluruh komponen spesial telah terpasang dan proses setting mencapai tahap optimal, bukan tidak mungkin Kawasaki H2 Smash bakal menjadi salah satu penantang yang patut diperhitungkan dalam upaya mengejar catatan waktu terbaik di kelas Superbike, baik di lintasan nasional maupun panggung drag bike internasional.





