RacingIndonesia.com- 25 Oktober 2026. Tak harus mengandalkan spesifikasi mesin ekstrem untuk bisa tampil kompetitif di lintasan drag race. Hal tersebut dibuktikan oleh Roro, Toyota Kijang Innova 2KD lansiran 2012 milik R-Team asal Tangerang, yang sukses menunjukkan potensinya pada gelaran Sumatera Drag Race Championship (SDC) 2026, 24–25 Oktober 2026, di Sirkuit Non-Permanen (NP) Pemda Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Menariknya, Roro bukanlah mobil yang sejak awal dipersiapkan khusus untuk kebutuhan kompetisi. Mobil bermesin diesel tersebut sejatinya masih difungsikan sebagai kendaraan harian alias *daily use*. Berawal dari rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba atmosfer kompetisi, Rudhy selaku owner sekaligus kepala mekanik R-Team akhirnya membawa Roro turun berlaga di SDC 2026.
Di luar dugaan, mobil yang masih mengandalkan sejumlah komponen standar bawaan pabrik ini mampu memberikan hasil impresif. Dari tiga kelas yang diikuti, yakni Bracket 9,5 detik, Bracket 10 detik, dan Pro Diesel Max 2800 cc (Non NOS), Roro berhasil mengoleksi total lima trofi.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa racikan yang tepat dan kemampuan membaca potensi mesin tetap memiliki peran penting dalam persaingan drag race, bahkan tanpa harus melakukan ubahan ekstrem pada sektor internal mesin.
Salah satu hal yang membuat kiprah Roro menarik adalah spesifikasi mesinnya. Meski harus bersaing di kelas Pro Diesel Max 2800 cc (Non NOS), Innova 2KD milik R-Team ini masih mengusung kapasitas mesin standar 2.500 cc dengan sejumlah komponen bawaan pabrik yang tetap dipertahankan.
Rudhy menjelaskan bahwa pengembangan Roro sejauh ini lebih difokuskan pada sektor turbo dan penyetelan mapping, sementara beberapa komponen penting lainnya masih menggunakan spesifikasi standar.
“Betul, Mas. Roro ini sebetulnya mobil harian. Masih banyak part standar yang tertempel, nozzle standar, stroker juga masih standar bawaan pabrik. Kita hanya mengganti turbo 44 mm dan bermain di mapping,” ungkap Rudhy, owner sekaligus kepala mekanik R-Team.
Pendekatan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Di tengah persaingan kelas diesel yang menuntut performa kompetitif, Roro justru tampil dengan konsep pengembangan yang relatif sederhana, tetapi mampu memberikan hasil positif di lintasan.
Sepanjang keikutsertaannya di SDC 2026, Roro sukses membawa pulang lima trofi dari tiga kelas yang diikuti. Khusus di kelas Pro Diesel Max 2800 cc (Non NOS), mobil ini berhasil mencatatkan tiga hasil podium, yakni posisi kedua, keempat, dan kelima.
Hasil tersebut tentu menjadi modal berharga bagi R-Team untuk mengevaluasi performa sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut. Apalagi, dengan kondisi mesin yang masih relatif standar, Roro dinilai masih memiliki ruang untuk terus dieksplorasi pada kesempatan berikutnya.
Tak hanya menjadi ajang pembuktian performa, keikutsertaan di SDC 2026 juga menjadi pengalaman berharga bagi R-Team dalam mengukur kemampuan racikan mereka di tengah persaingan drag race diesel.
Kiprah R-Team di SDC 2026 turut mendapat dukungan dari Ledyshop, tim drag race asal Lampung Timur. Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam keikutsertaan R-Team pada event yang mempertemukan para pecinta dan pelaku drag race dari berbagai daerah tersebut.
Dengan bekal lima trofi serta pengalaman berharga dari Pringsewu, Roro kini memiliki catatan awal yang menjanjikan. Menarik untuk menantikan langkah R-Team selanjutnya dalam mengembangkan Innova 2KD yang masih berstatus mobil harian ini.
Satu hal yang pasti, Roro telah membuktikan bahwa mobil daily pun bisa tampil kompetitif di lintasan drag race. Dengan racikan yang tepat, konsistensi, dan pengembangan bertahap, bukan tidak mungkin potensi Innova diesel milik R-Team ini akan semakin menonjol pada event-event berikutnya.





