RacingIndonesia.com- 22 Oktober 2026. Dunia drag bike nasional kembali diramaikan oleh kabar menarik dari kelas Sport 2T Sunmori. Yamaha RX-King Sunmori 140 cc garapan Yudha Pradana 27 dari bengkel Two Stroke Project 27 sukses mencuri perhatian setelah mencatatkan prestasi gemilang sekaligus langsung berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp25 juta.
Motor yang sebelumnya sukses meraih juara di kelas Sport 2T s/d 140 cc Sunmori pada gelaran Kejurprov Drag Bike IMI Aceh Putaran 3 Trophy Dandim 0103 AUT tersebut tampil kompetitif di lintasan. Event yang berlangsung pada 18 Oktober 2026 di Sirkuit Non Permanen Point A, Landeng, Aceh Utara, itu menjadi panggung pembuktian performa racikan Yudha Pradana 27.
Menariknya, motor yang baru saja rampung dikerjakan tersebut langsung mendapatkan pemilik baru. Seorang bos yang memilih untuk tidak disebutkan namanya dikabarkan tertarik dengan performa mesin RX-King racikan Two Stroke Project 27 dan langsung melakukan take over dengan mahar Rp25 juta.
“Betul, Mas. Mesin yang kemarin juara sudah dibeli oleh salah satu bos dengan harga Rp25 juta. Harga itu hanya bagian mesin dan satu set pengapian saja,” ungkap Yudha Pradana 27.
Nilai transaksi tersebut tentu menjadi sorotan tersendiri, terlebih yang dilepas bukan satu unit motor secara utuh, melainkan bagian mesin beserta satu set sistem pengapiannya. Hal ini sekaligus memperlihatkan daya tarik racikan mesin kompetisi yang mampu membuktikan performanya langsung di lintasan.
Jika melihat spesifikasi yang digunakan, performa Yamaha RX-King Sunmori 140 cc ini terbilang menarik. Pasalnya, mesin garapan Yudha Pradana 27 tersebut hanya mengandalkan piston berdiameter 59 mm, konfigurasi non-stroke, serta pengolahan porting untuk mengejar performa maksimal.
Dengan kombinasi spesifikasi tersebut, mesin ini mampu mencatatkan best time 8,0 detik pada lintasan drag bike 201 meter. Catatan waktu tersebut menjadi pencapaian impresif, terlebih motor ini baru saja selesai dikerjakan sebelum langsung diturunkan untuk mengikuti kompetisi.
Yudha Pradana 27 menilai bahwa menghasilkan catatan waktu di kisaran 8 detik bukan perkara mudah. Apalagi, spesifikasi mesin yang digunakan masih mengandalkan konfigurasi non-stroke dengan kapasitas yang bermain di kelas Sunmori 140 cc, ditambah bobot motor yang terbilang berat.
Kondisi tersebut membuat pencapaian waktu 8,0 detik memiliki nilai tersendiri bagi tim. Bukan hanya mampu bersaing dan meraih podium, tetapi juga menunjukkan bahwa racikan mesin dengan spesifikasi yang relatif sederhana tetap berpotensi menghadirkan performa kompetitif apabila dikerjakan dengan perhitungan yang tepat.
Keberhasilan Yamaha RX-King Sunmori 140 cc ini menjadi bukti menarik dari hasil pengerjaan Yudha Pradana 27 bersama Two Stroke Project 27. Mesin yang baru selesai dirakit mampu langsung menunjukkan performa menjanjikan, meraih gelar juara, membukukan best time 8,0 detik, hingga menarik minat pembeli dengan nilai transaksi Rp25 juta.
Kisah ini sekaligus mempertegas bahwa di dunia drag bike, performa nyata di lintasan tetap menjadi daya tarik utama. Sebuah racikan tidak hanya dinilai dari spesifikasi di atas kertas, tetapi juga dari kemampuannya menerjemahkan setiap detail pengerjaan menjadi catatan waktu yang kompetitif.
Kini, mesin RX-King Sunmori 140 cc tersebut telah berpindah tangan. Sementara itu, nama Yudha Pradana 27 dan Two Stroke Project 27 kembali mendapat sorotan berkat racikan yang mampu memberikan hasil maksimal sejak awal kemunculannya di lintasan.
Dengan pencapaian tersebut, menarik untuk menantikan gebrakan berikutnya dari Two Stroke Project 27 dalam persaingan drag bike nasional, khususnya di kelas Sport 2T Sunmori yang selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi para tuner.





